Heboh Harga Daging Melambung Tinggi Mendekati Lebaran

Berita Terkini – Seperti yang kita tahu, beberapa minggu kedepan kita akan merayakan hari raya Idul Fitri atau Lebaran 2023.

Banyak warganet yang sudah tidak sabar menanti-nantikan hari raya lebaran, pasalnya banyak pekerja dan perantau yang akan pulang ke kampung halamannya masing-masing untuk merayakan lebaran bersama keluarga.

Diketahui, beberapa hari menjelang lebaran biasanya harga pangan dan sandang mulai naik secara drastis.

Salah satu harga pangan yang melambung tinggi yaitu daging, harga daging di pasar tradisional maupun modern mulai melonjak jelang lebaran.

Banyak masyarakat yang mengeluhkan naiknya harga daging yang melambung tinggi tersebut.

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan, harga daging yang melambung tinggi yaitu daging sapi yang berkualitas atau biasa disebut dengan tenderloin.

Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa saat ini harga daging sapi kualitas premium berada di angka Rp 140.000 per kg dan harga daging sapi standart di angka Rp 120.000 per kg.

“Naik sedikit Rp5.000 jadi Rp140.000, tapi yang has, kalau yang biasa Rp120.000,” ujar Zulkifli Hasan.

Zulkifli Hasan mengaku, dirinya akan memastikan bahwa menjelang lebaran nanti komoditas pangan mengalami penurunan harga dan stock terpenuhi.

Komoditas pangan yang dimaksud ialah bahan pokok pangan seperti beras, bawang putih, bawang merah, dan lainnya.

“Semua turun, beras turun, bawang turun, telur turun, ayam turun harganya, bawang turun,” ujar Zulkifli Hasan.

Zulkifli Hasan juga menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan pemantauan terhadap pedagang agar tidak melakukan penimbuan dan merusak harga pasar.

Presiden Joko Widodo juga turut melakukan pemantauan langsung ketersediaan bahan pangan yang ada di Pasar Johar Baru, Jakarta Pusat. (Rabu, 5 April 2023).

“Iya ini kan mendekati Lebaran, saya dan Pak Menteri Perdagangan ingin mengecek yang pertama stoknya, kemudian yang kedua harganya,” ujar Presiden Joko Widodo.

Presiden Joko Widodo mengatakan, komoditas pangan yang ada di Pasar Johar Baru telah tercukupi dan diestimasi cukup sampai lebaran mendatang.

Disisi lain, Presiden Joko Widodo juga memberikan apresiasi kepada seluruh pelaku pasar karena telah berhasil mencukupi stok lebaran dan mampu menurunkan harganya tanpa menurunkan kualitas.

“Ini bagus dalam posisi mau Lebaran tapi harga-harga turun. Itu yang saya lihat,” ujar Presiden Joko Widodo.

 

Penjelasan BPS

BPS Mau Buka Lowongan 390.000 Petugas Sensus Penduduk 2020, Cek Syaratnya Halaman all - Kompas.com

Pudji Ismartini, selaku Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan, pihak BPS telah memprediksi bahwa akan ada sejumlah komoditas pangan yang harganya mulai naik dan menjulang tinggi jelang lebaran mendatang.

“Inflasi Maret 2023 awal Ramadan relatif lebih rendah dari tahun sebelumnya,” ujar Pudji Ismartini.

Pudji Ismartini juga menjelaskan bahwa inflasi pada Maret 2023 akan naik sebesar 0,18 persen (mtm).

Pihak BPS menghimbau kepada pemerintah untuk selalu melakukan pemantauan agar inflasi pangan tidak membengkak jelang lebaran mendatang.

“Perlu diwaspadai komoditas yang andil besar maka kita harus mewaspadai harga komoditas karena tingginya permintaan jelang hari raya Idul Fitri,” ujar Pudji Ismartini.

Pudji Ismartini mengaku, penyumbang inflasi bulanan terbesar pada Maret 2023 berasal dari makanan, minuman dan tembakau, rincianya yakni angkutan udara, bensin, beras, cabai rawit, dan rokok kretek filter.

“Sementara itu secara year on year terjadi inflasi sebesar 4,97 persen dan secara tahun kalender terjadi inflasi sebesar 0,68 persen,” ujar Pudji Ismartini.

 

Harga Diatur Pemerintah

Harga Bahan Pangan di Kabupaten Tangerang Cenderung Stabil - Berita Kabupaten Tangerang

 

Pihak BPS mengklaim bahwa inflasi tahunan harga pangan dominan disumbang oleh komponen harga yang diatur oleh pemerintah.

“Inflasi ini lebih rendah dibanding Februari 2023 yang sebesar 3,09 persen. Komponen inti memberikan andil sebesar 1,92 persen,” ujar Pudji Ismartini.

“Komponen ini memberikan andil sebesar 2,05 persen. Komponen harga bergejolak mengalami inflasi sebesar 5,83 persen, nilai ininlebih rendah dibanding Februari 2023 sebesar 7,62 persen, komponen ini memberikan andil 1 persen,” sambungnya.

COMMENTS

Comments are closed.